Wirausaha
Kreatif di Era Digital; Peluang dan Manfaat Kecerdasan Berbahasa Bagi Mahasiswa
Andriyanto Kurniawan
“Semesta adalah ruang, pikiran dan akal sehat adalah karunia, jadi keduanya merupakan kiat positif untuk terus belajar dan berdampak bagi kemaslahatan umat sepanjang hayat.”
Gambar Ilustrasi: Wirausaha Kreatif di Era Digital. Sumber: Open Ai.com
Sekarang
ini semakin terlihat bagaimana kondisi negera Indonesia yang selalu mengalami
peningkatkan pengangguran di usia produktif, bagi masyarakatnya. Semakin
berkembangnya zaman, seharusnya paradigma kebutuhan lapangan pekerjaan juga
mudah diakses. Tetapi justru sebaliknya, kini era yang serba canggih banyak
menghilangkan penyerapan tenaga kerja di segala bidang kehidupan. Salah satu
fenomena yang unik dan kian berkembang di Indonesia ialah, menguatnya komoditas
jasa dan produk yang masuk ke dalam kategori wirausaha kreatif. Wirausaha
merupakan profesi yang dimiliki oleh seseorang yang berusaha untuk menyediakan
lapangan pekerjaaan agar bidang yang ditekuni semakin berkembang, sehingga
mendapaatkan nilai keuntungan yang maksimal. Dilansir dari berbagai daerah,
smarthpone atau HP sudah tidak lagi menjadi alat komunikasi yang menghubungkan
antarmanusia di dunia ini. Justru menjadi ladang usaha bagi para pebisnis muda
atau anak-anak muda untuk emndapatkan berbagai keuntungan. Meninjau kultur
daerah Indonesia yang kaya akan destinasi wisata, bisa dimanfaatkan sebagai
sumber penghasilan dan menambah daya tarik wisatawan/pengunjung tempat wisata.
Wirausaha yang sejalan dengan fenomena sasaran tempat yang dibahas ini ialah
penyewaan kostum adat Jawa dan fotography (https://www.instagram.com/adatjawa_tawangmangu?igsh=MWUyN3YydjNza2NyaQ== ).
Ditemukan konsep kreatif ini di kawasan wisata Cemoro Kandang-Cemoro Sewu
kecamatan Tawangmangu Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah. Kawasan yang terletak
di ketinggian 1800 MDPL ini, memiliki nuansa tersendiri bagi pengunjung yang
jauh dari kawasan wisata ini. Potensi inilah yang menjadi ide kreatif bagi mahasiswa,
anak muda/remaja, dan berbagai aktivis pecinta alam yang berkolaborasi dengan
masyarakat setempat untuk mendirikan sebuah usaha yang bernilai ekonomis dan
estetik. Dengan adanya fenomena ini, mampu menjadi pemantik bagi para mahasiswa
untuk terus menggerakkan sayap-sayap semesta melalui bakat dan minat yang
dimiliki, sehingga adanya kemampuan berbahasa dapat menjadi jembatan menuju
asa-asa yang lebih berarti dan bermanfaat bagi sesama.
Perlu
kita ketahui bersama, kecerdasan seseorang salah satunya diukur melalui
keterampilan berbahasa. Bahasa yang menjadi alat komunikasi di Indonesia tidak
lain ialah bahasa Indonesia. Setiap mahasiswa yang ada di Indonesia harus bisa
berkomunikasi dengan baik menggunakan bahasa Indonesia. Mengapa demikian?
Bahasa Indonesia menjadi ciri khas masyarakat Indonesia untuk menjunjung tinggi
nilai-nilai persatuan dan kesatuan bangsa. Yang mana, dalam hal ini kesatuan
tersebut terwujud dalam bingkai paradigma pendidikan berbasis kewirausahaan
yang menjadi strategi ampuh mengentaskan kemiskinan. Hal ini ditinjau dari segi
efektifitas kinerja manusia dalam proyek tersebut, tanpa ada sekat antara
pemilik dan penanggungjawab secara terikat, melainkan semua yang sudah dirintis
menjadi tanggungjawab bersama untuk dimaksimalkan sebagaimana mestinya. Konsep
proyek ini menjadi sorotan di era digital dan zaman yang modern ini, bahwa
kelayakan sebuah pekerjaan tidak harus terikat aturan formal, tetapi apa yang
dihasilkan dan diberikan kepada para penggunanya. Wirausaha penyewaan adat Jawa
dan foto bebas ini, menjadi temuan yang signifikan bagi para mahasiswa yang
belum atau sedang mengembangkan minat bakatnya. Walaupun hanya satu bidang,
fenomena ini terus menerus menjadi dasar bagi masyarakat Indonesia yang usianya
masih produktif untuk memberdayakan ekonomi daerah. Potensi wisata juga semakin
meningkat, karena kehadiran bidang usaha jasa ini. Para pengelolanya pun juga
yakin, bahwa usaha ini akan berkembang sering berjalannya waktu. Buktinya awal
merintis di daerah Karanganyar tepatnya di lereng gunung Lawu, peminatnya mulai
berdatangan, yang ingin mendokumentasikan segala macam foto dan video yang bisa
dinikmati penuh perasaan bahagia di masa mendatang.Konsep berdampak untuk
memaksimalkan potensi melalui jasa penyewaan kostum adat jawa dan desain foto
estetik inilah yang nantinya menyebarluaskan komoditas wirausaha di era
digital.
Mengungkap
fenomena tersebut, pilar utama yang menjadi sorotan bagi khalayak umum secara
tatap muka maupun tatap maya. Bahasa sebagai alat komunikasi berperan penting
dalam menggerakkan usaha sebagai bukti nyata wujud wirausaha digital ini.
Bahasa yang menjadikan alat promosi di konteks ini dapat berupa bahasa tulis
dan lisan. Bahasa tulis diwujudkan melalui iklan tertulis di media massa dan
kehidupan sehari-hari. Konsep yang terkandung dalam bahasa tulis sebagai
jembatan menarik perhatian konsumen untuk merasakan dan menikmati jasa yang
ditawarkan melalui usaha tersebut beranekaragam. Konsep penggunaan bahasa tulis
dalam iklan atau sarana mengenalkan usaha tersebut berdasarkan; bahasa yang
persuasif dan mendorong aksi, bahasa yang jelas dan sederhana, penggunaan call
to action (CTA) yang efektif, penekanan pada keunggulan dan manfaat produk,
bahasa yang membangun kepercayaan, cerita dan narasi yang menghubungkan produk
dengan pengalaman konsumen, penyesuaian bahasa target (bahasa Indonesia),
penyampaian informasi yang konsisten dan tersusun rapi, penggunaan media yang
tepat, dan memanfaatkan testimoni dan ulasan konsumen. Dengan memperhatikan
konsep penyajian bahasa tulis dalam memasarkan suatu usaha yang mencitrakan
adanya pengembangan wirausaha kreatif di era digital, pastinya akan memberikan
nilai yang bersifat teoretis, praktis, dan estetik.
Berdasarkan
konsep penggunaan bahasa lisan dalam konteks wirausaha di era digital, proses
kerja bahasa tulis tersebut sebagai berikut. Ketertarikan konsumen dalam
menggunakan jasa yang ditawarkan dalam oleh wirausahawan, dimulai dari
penyajian bahasa yang bersifat persuasif, sebagaimana perasaan konsumen untuk
mencoba produk tersebut. Setelah konsep persuasif ditekankan dalam bentuk
bahasa tulis sebagai alat promosi, maka diupayakan pula mendesain bahasa yang
jelas dan sederhana. Hal ini untuk mengindari salah tafsir bagi para pembaca di
kalangan luas. Karena tidak semua pengguna jasa yang ditawarkan publik memiliki
latar belakang pengetahuan yang sama. Bahasa yang sederhana juga harus
menampilan kontribusi dan komitmen, agar konsumen dapat segera menikmati jasa
yang dibahas, misalnya menyediakan nomor
telepon/HP, brosur, dan website yang isinya informasi lengkap dan akurat.
Bahasa tersebut juga harus menekankan pada keunggulan dan manfaat produk, jika
yang dibahas ialah jasa penyewaan adat Jawa dan foto estetik, maka tonjolkan
keunggulan dari usaha/bisnis ini kepada khalayak luas.
Tidak
lupa, sisipkan pula bahasa yang dapat membangun kepercayaan sesuai dengan ide
wirausahawannya. Salah satunya dengan memberikan pelayan yang terbaik dari segi
penawaran produk dan tata cara operasional jasa yang sedang ditawarkan.
Pengalaman nyata juga menjadi penekanan dalam penggunaan bahasa tulis sebagai
media promosi sebuah usaha. Berikan ulasan yang terbaik kepada para konsumen,
agar pilihan memilih produk ini tidak kecewa di kemudian hari. Selan itu,
wirausahawan harus memastikan penulisan bahasa yang digunakan untuk diperluas
aksesnya secara digital, sehingga usaha yang digeluti dapat terkenal dan
memberikan kontribusi bagi para pekerja dan konsumennya. Dengan demikian
keuntungan inilah yang menjadi bukti pemberdayaan manusia untuk mensejahterakan
ekonomi kehidupan di era digital.
Penutup
Teman-temanku
yang hebat dan luar biasa, mengetahui dan mendalami bahasa sebagai alat
komunikasi untuk menghubungkan segala sesuatu agar berdampak dan maslahat bagi
umat sepanjang hayat, sudah berkali-kali diucapkan dan digaungkan oleh Bapak
Ratulisa, Prof. Dr. Muhammad Rohmadi, M.Hum., sekaligus guru besar UNS bidang
Pragmatik. Dari tulisan ini, pentingnya kita harus berliterasi dengan ratulisa
(rajin membaca dan menulis), seperti kutipan yang berbunyi, membacalah untuk
menulis, dan menulislah agar dibaca umat sepanjang hayat.
