PENDIDIKAN MEDIA SEBAGAI UPAYA MENCERDASKAN KEHIDUPAN BANGSA DI MASA KINI: KAJIAN LITERASI DIGITAL

 

PENDIDIKAN MEDIA SEBAGAI UPAYA MENCERDASKAN KEHIDUPAN BANGSA DI MASA KINI: KAJIAN LITERASI DIGITAL

 

Oleh: Andriyanto Kurniawan

andriyanto_kurniawan@students.uns.ac.id

Gambar Literasi di Era Digital dalam Perspektif Pendidikan Media

Era digital yang sering dianggap kekinian sebenarnya menyimpan duka yang mendalam, ketika dikaitkan dengan kemampuan berliterasi secara teoretis dan praktis. Banyaknya waktu yang tersita hanya karena digital yang sudah merambah, baik untuk anak-anak, remaja, dan orang tua. Kondisi ini menyebabkan penulis untuk mendeskripsikan fenomena-fenomena nyata dan bersumber otentik dari urgensi pendidikan media sebagai upaya mencerdaskan kehidupan bangsa. Pertama, perlu ditekankan secara global melalui kultur pendidikan yang adil dan merata; akses media di era digital diupayakan mampu membantu siswa dalam belajar, tidak hanya sekadar interpretasi teori baru sebagai pengalaman yang akan dioptimalkan (disrupsi digital tanpa kontrol penggunaan). Hal tersebut, secara umum memberikan kesenjangan tentang literasi digital bagi para pembelajar di Indonesia. Oleh karena itu, mari kita pelajari bagaimana hakikat pendidikan media dalam mentransformasikan kemampuan dan pemahaman untuk mendukung efektivitas literasi digital di Indonesia.

Secara umum, arti dari pendidikan media ialah mengkaji secara menyeluruh untuk mendapatkan serangkaian pengalaman baik secara teoretis maupun praktis tentang media (televisi, film, iklan, game, media sosial, dan platform digital). Pendidikan media ialah upaya yang dilakukan secara sadar dan terencana oleh pendidik untuk peserta didik dan mahasiswa dalam mengakses, menganalisis, dan mengevaluasi, mencipta, dan berpartisipasi secara kritis melalui berbagai bentuk media yang bertujuan untuk memperoleh informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan (Bangun, 2022; Jenkins, 2006). Pendidikan media dalam tulisan ini, ditekankan pada akses informasi secara digital bagi para pembelajar di jenjang pendidikan dasar dan menengah. Literasi digital ialah kemampuan yang dimiliki seseorang untuk menggunakan, memahami, mengevaluasi, dan menciptakan informasi dengan bantuan teknologi digital dan jaringan internet (Abreu, 2019; Husamah, 2022). Sederhananya, literasi digital terjadi ketika siswa dan mahasiswa mengakses media digital dengan tujuan tertentu. Tetapi, jika ditinjau secara umum, kedua subjek ini memiliki dua tujuan yang berbeda. Tujuan pertama ialah mencari dan menemukan sesuatu yang dibutuhkan dengan tempo waktu yang intensif. Kemudian sebagai media hiburan bagi dirinya sesuai dengan fitur yang terkandung dalam media digital yang dipilih. Tujuan tersebut berdasarkan tinjauan literasi digital dalam bingkai pendidikan media di era digital menimbulkan perspektif yang dirasa bertolak belakang. Hal ini didasarkan pada bukti pengalaman belajar siswa dan mahasiswa akan bermakna bila kesadaran diri untuk berliterasi dengan media digital sejalan dengan refleksi diri yang bisa dilakukan dengan menghibur diri melalui media digital (Kemenkominfo, 2021).

Pembahasan terkait pendidikan media dan literasi digital ditinjau dari dua aspek; upaya berkesadaran untuk mengedukasi diri dan memahami kultur pemanfaatan media digital. Dalam tulisan ini, kontekstualitas objek pendidikan media ialah sekolah dan masyarakat yang sering kita lihat di era yang serba digital ini. Dimensi digital yang harus dikuasai oleh pembelajar untuk meningkatkan daya intelektualitasnya meliputi; aspek teknis (mengoperasikan perangkat dan aplikasi), kognitif-kritis (menilai kredibilitas, bias, dan hoaks), sosio-komunikatif (berinteraksi dan berkolaborasi), serta etis dan legal (privasi, hak cipta, dan jejak digital). Kesadaran inilah yang dapat menjadi solusi untuk meningkatkan taraf hidup melalui pengembangan kompetensi dan soft skill di era digital. Dalam konteks pendidikan media dan literasi digital, baiknya jika pembelajar mengaplikasi pengalaman dalam berliterasi secara digital sebagai jembatan untuk menemukan solusi dari berbagai permasalahan yang dihadapi. Terkhusus, dalam dunia pendidikan yang selalu melibatkan pemahaman kritis dan evaluatif dari setiap materi pembelajaran. Beberapa kompetensi pokok yang mendasari pentingnya pendidikan media dan literasi digital, dideskripsikan di bawah ini.

Akses navigasi, sebagai pengalaman untuk mencari, memilih, dan mengelola informasi dari berbagai sumber digital secara efisien dan aman (Hobbs & Moore, 2013). Navigasi sebagai kontrol pengguna untuk menemukan informasi yang diinginkan seseorang, sebagai bukti kecakapan dalam berliterasi di era digital. Analisis dan evaluasi kritis, sebagai kemampuan untuk mengidentifikasi tujuan, audiens sasaran, teknik persusif, dan bias dalam pesan media (mengkritisi hoaks, disinformasi, dan ujaran kebencian) (Jenkins, 2006). Adanya kebijakan yang menekankan pentingnya analisis dan evaluasi kritis dalam menggunakan media digital untuk kepentingan belajar pembelajar, maka mendasari terbentuknya pemahaman yang mutakhir dan berorientasi pada kesadaran diri di era digital. Produksi dan partisipasi, sebagai kemampuan merancang dan memproduksi karya digital sebagai bukti dari pendidikan media yang bertanggungjawab dan berlandaskan nilai moral dan etika pembelajar (Yildiz & Keengwe, 2016). Dalam konteks ini, banyak ditemukan para generasi muda berusaha memanfaatkan media digital untuk menambah sumber penghasilan baik secara lisan maupun tertulis. Aspek terakhir ialah etika, keamanan, dan kewargaan digital, yang berarti pemahaman hak dan bertanggungjawab digital, perlindungan data pribadi, keamanan siber dasar, dan perilaku berjejaring yang menghargai keberagaman (Abreu, 2019). Hal ini berarti bahwa setiap pembelajar harus mengupayakan perilaku dalam berliterasi secara digital agar tidak merugikan orang lain dan mampu memberikan manfaat sebagai kekuatan digitalisasi pendidikan yang berkesadaran global secara berkelanjutan.

Berdasarkan gagasan yang dikemukakan penulis, terdapat beberapa contoh yang menunjukkan upaya mencerdaskan kehidupan bangsa dapat dilakukan melalui sosialisasi pendidikan media dan literasi digital. Terdapat beberapa tinjauan dari berbagai kalangan tentang pentingnya mengedukasi pembelajar di era digital sehingga melek literasi sebagai wujud pendidikan media yang berkesadaran global. Hal ini dijabarkan sebagai berikut.

1.     Pemahaman tentang berita online berbasis kemasyarakatan di Indonesia. Penguatan wawasan kritis dan mendalam berbasis audio visual dapat dilakukan oleh pendidik di dalam kelas, dengan meminta peserta didik untuk menuliskan ide pokok/berita utama yang terdapat dalam platform online yang digunakan.

2.     Keterlibatan media digital sebagai sarana untuk mengedukasi pembelajar tentang mengekspresikan pendapat secara santun, beretika, dan berbudi pekerti luhur. Dalam hal ini, pendidik dapat memberikan penugasan kepada peserta didik untuk menulis karangan persuasif yang mengarah pada produk-produk kekinian baik dalam bidang edukasi, kuliner, kesehatan, pariwisata, dan lain sebagainya.

Selain contoh di atas, esensi dari literasi digital melalui pendidikan media yang adaptif dan berkesinambungan, ditemukan upaya positif yang dapat dilakukan pendidik kepada peserta didik. Sebagaimana mestinya, dalam pembelajaran bahasa Indonesia, guru memberikan penugasan tentang pencatatan sumber informasi dan jenis media yang digunakan dalam mencermati dan menguraikan informasi yang diperoleh. Kemudian, peserta didik juga dapat menuliskan artikel opini tentang kehidupan di era digital yang dapat memotivasi orang lain secara santun dan komunikatif di Indonesia. Dengan demikian, pentingnya belajar menggunakan media digital untuk kebutuhan belajar sebagai upaya mengembangkan diri secara berkelanjutan, membutuhkan pemahaman yang otentik dan berdasarkan sumber yang valid. Hal ini sebagai interpretasi keberhasilan pendidik dalam mewujudkan generasi muda Indonesia yang unggul, bermartabat, sinergis, akuntabel, kritis, dan berwawasan global di era digital ini. Pemahaman yang dibentuk berdasarkan pengalaman mengakses dan memanfaatkan media digital mampu meningkatkan kecerdasan dan moral pembelajar di masa kini.

Dari tinjauan yang diungkapkan oleh penulis baik secara harfiah dan penegasan dari sumber yang relevan, pendidikan media dan literasi digital saat ini menjadi senjata yang ampuh untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat Indonesia. Akses pendidikan yang semakin merata dan didukung kemajuan teknologi, informasi, dan komunikasi (IPTEK) menjadi bahan rujukan untuk pembelajar di Indonesia agar memanfaatkan kesempatan yang ada dengan rajin menulis dan membaca. Dalam artian, pendidikan media di era digital dirasa mampu membekali pendidik dan peserta didik untuk berpikir, bertindak, dan berucap sebagaimana mestinya tanpa melanggar aturan dan kebijakan yang berlaku. Sehingga kemajuan pendidikan di Indonesia, mendorong pertumbuhan ekonomi, peningkatan taraf hidup sehat, peningkatan sumber daya manusia yang berkuaklitas di bidangnya, dan pemertahanan pangan berskala global bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Sebagai penutup, tulisan ini diperkuat dengan ajakan positif dan edukatif dari Bapak Ratulisa, Prof. Dr. Muhammad Rohmadi, S.S.,M. Hum., sekaligus guru besar di Universitas Sebelas Maret, untuk selalu rajin menulis dan membaca yang dirangkai secara menarik dari slogan berikut: “membacalah untuk menulis, menulislah untuk dibaca umat sepanjang hayat”.  Hal ini sebagai pilar utama bagi generasi muda untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas diri di era disrupsi ini. Karena pengalaman tercipta karena kebiasaan, dan dilandasi niat yang ikhlas sebagai rasa syukur atas kuasa-Nya. Kemudian, terdapat kiat positif yang dapat dilakukan oleh setiap individu dalam mewujudkan keberhasilan dalam pendidikan media dan literasi digital di masa kini dengan 5M yakni; mengamati, memahami, meyakini, mengimplementasikan, dan mengevaluasi upaya yang sudah dilakukan dalam beliterasi secara digital sebagai dasar pentingnya pendidikan media di masa kini. Dengan demikian, penulis berpesan kepada semua generasi emas Indonesia bahwa pengalaman berharga dimulai dari hal-hal yang sederhana dan konsisten yang akan berdampak bagi diri sendiri, keluarga, dan orang lain.

Baca Juga; Ebook Literasi Digital dari Berbagai Perspektif

Daftar Pustaka

Bangun, M. (2022). Literasi Digital Berbasis Pendidikan: Teori, Praktik, dan Penerapannya.

De Abreu, B. S. (2019). The International Encyclopedia of Media Literacy (B. S. De Abreu, ed.). Wiley.

Hobbs, R., & Moore, D. C. (2013). Discovering Media Literacy: Digital Media and Popular Culture in Elementary School. Corwin Press.

Husamah. (2022). Literasi Digital dan Pembelajaran Teknologi.

Jenkins, H. (2006). Convergence Culture: Where Old and New Media Collide. New York University Press.

Kemenkominfo. (2021). Panduan Literasi Digital bagi Guru Madrasah (K. A. RI, ed.).

Yildiz, M. N., & Keengwe, J. (2016). Handbook of Research on Media Literacy in the Digital Age (M. N. Yildiz & J. Keengwe, eds.). IGI Global.

 

 

 

 

 

Post a Comment

Previous Post Next Post